Kumpulan Puisi Kompas

Arsip Puisi Mingguan Kompas Terbaru

Posts Tagged ‘Toni Lesmana

PUISI TONI LESMANA

with one comment


Di Situ Panjalu

 

kutemui jantung

ungu disaput kabut

mengapung di situ

 

denyutnya lembut

mengirim getar di hijau

air panjalu Baca entri selengkapnya »

Iklan

Written by Puisi Kompas

Februari 9, 2015 at 8:03 pm

Ditulis dalam Puisi

Tagged with

PUISI TONI LESMANA

leave a comment »


Kau

 

1

aku menebar bagian-bagian tubuhku

di atas meja. kau berada di mana

aku duduk menyaksikan tubuhku sendiri

pada bagian mana kau berdenyut

pada bagian mana pula kau luput

inilah musim kesendirian

seperti teka-teki

sakit yang kau hadiahkan

cinta yang kunikmati

aku tak pernah benar-benar sendiri,

kau tak pernah benar-benar pergi.

di atas kursi, sesekali aku dengar

segalanya bersuara, bahkan sunyi

bahwa kau ada di mana-mana

tak hanya pada tebaran bagian tubuhku

di atas meja

 

2

apa yang berdesir dalam semilir

yang mengendap dalam terang

yang menyerbu dari kicau

yang berkedip dalam bening

barangkali kau

yang berkilat sesaat sebelum embun pecah

yang pecah diserap tanah

 

3

di trotoar kutemukan kau menjual jarum,

di trotoar yang lain kau menjajakan benang

aku berteduh sambil menjahit kulit dan daging,

daging dan tulang, sendi dan sendi

jarum dan benang berlarian di tubuhku

dengan riang, seperti ada hujan

yang masuk dan keluar

lalu matahari. lalu kau

keluar masuk mencari bekas ciuman

yang alpa kuhapus

 

4

tanganku tertinggal di trotoar

kakiku melangkah mundur di sebuah gang

kepalaku tinggal di alun-alun

dadaku bergetar di atas menara

perutku bertapa di pasar terbakar

yang sampai padamu barangkali hanya hasrat

yang tak henti menggambar peta hidup

 

5

kau berkata ada pintu

yang tak terkunci. tak memiliki kunci

sebab pemilik kunci telah masuk

dalam diriku dan tak pernah meninggalkan

tapi kelak seluruh pintu

akan tertutup. akan tertutup

aku akan menguncinya dari dalam

mengunci sang pemilik kunci

 

maka seluruh pintu yang tertutup

tak lagi ingin terbuka. kau telah masuk

dunia, dunia melambai di jendela

 

2012

 

 

 

Peta dalam Rumah

 

Aku ingin memasukkan rumah ke ruang tamu, ruang tamu ke

dalam kamar ayah, kamar ayah ke dalam perpustakaan,

perpustakaan ke dalam dapur, dapur ke dalam mushola,

mushola ke dalam lemari, lemari ke dalam boneka,

boneka ke dalam mobil-mobilan.

 

Aku ingin menghidangkan mobil-mobilan itu di atas meja

makan, meja makan di atas perut ibu, perut ibu di atas kitab suci,

kitab suci di atas topi koboi, topi koboi di atas kuda, kuda di atas

pistol, pistol di atas peluru, peluru di atas buku gambar.

 

Aku ingin menanam buku gambar itu di pekarangan.

 

2013

 

 

Toni Lesmana lahi di Sumedang, Jawa Barat,

25 November 1976. Ia menulis puisi dan prosa

dalam bahasa Sunda dan bahasa Indonesia.

 

PUISI KOMPAS, MINGGU, 9 JUNI 2013

 

Written by Puisi Kompas

Juni 12, 2013 at 11:46 am

Ditulis dalam Puisi

Tagged with

PUISI TONI LESMANA

with one comment


Mencintaimu

aku telah menemukanmu, kemudian kasmaran dan mabuk

aku telanjang tanpa masalalu. bercinta siang malam

di atas sajadah, di dingin trotoar, di hangat ranjang

di landai pantai juga puncak gunung. inilah diriku yang bugil

tanpa masa depan, mendekapmu sambil tak henti

menyatakan cinta. kata-kataku melebihi birahi

terus terjaga, memeluk dan menciumi

sekalipun tubuh runtuh dan tertidur

 

tapi mencintaimu juga melebihi tajam pada pedang

hasratku sering kali hanya sampai pada kesunyian

pada sepi atau semacam dingin yang meringgis

bukan tentang wajah yag berpaling, atau penggilan yang

tak berbalas. namun pada masalalu melampauiki

kecemasanmu pada masadepan melompatiku

 

aku seperti jurang yang terus menambah kedalaman

sedangkan kau semakin asing pada kecupan, pada kata-kataku

kata-kataku saling melilit seperti sekumpulan ular

saling mematuk dan menembakkan bisa

lantas mati lemas di hadapan kesangsianmu

tanpa sempat menjadi sajak. barang kali aku harus menggali

dan membangun waktu, untuk mencari kenangan sekaligus

mengenali harapan. tapi aku takn punya apa-apa

selain masakini, cinta yang kutemukan pada dirimu

 

2012

 

 

Jalan Aspal

 

jalan aspal ini seperti pemukiman baru

mobil serupa tenda-tenda darurat

juga mirip akuarium dengan beragam ikan

yang ajaib. tak ada deru. semuanya seperti tidur

dan perlahan lapuk dalam gelap malam

barangkali ini saat yang tepat untuk menyatakan cinta

kau menungguku di sebuah lorong

pada gang yang baru saja tercipta

 

2012

 

 

Di Tembok

 

matahari di tembok

mengukir cahaya yang lenyap itu

aku membaca kata dan nama

 

berdebar sepanjang senja

mengapa wajahmu begitu hidup di tembok

wajahmu itu. wajah yang dirahasiakan sejarah

 

2012

 

 

Mabuk

 

aku masih mencari nikmat tersesat

sebab jalan pulang telah kitangkap

lambaiannya kota demi kota,

nama demi nama, kenangan demi kenangan.

 

sudah sangat mabuk

tapi belum jatuh. aku masih

memburu riuh. sebab hening

adalah pasti, adalah mati

 

2012

 

 

Sajian

 

aku masih mencicipimu

mencernamu dengan perlahan

masih ingin terus melahap kau

sebelum kau kelak mencicipiku,

mencernaku. melahap lebih buas

dari yang mampu kulakukan

 

tapi kau tak terhidang dengan gampang

sementara aku mudah saja kau jadikan sajian

 

2012

 

 

Perempuan

 

telah kuikuti kau sampai

seluruh pintu tertutup

kini ketika pintu-pintu terbuka,

jalan menggeliat, ikutilah aku

menyusuri usia dan rahasia

 

2012

 

 

Toni Lesmana lahir di Sumedang, Jawa

Barat, 25 November 1976. Ia menulis puisi

dan prosa dalam bahasa Sunda dan bahasa

Indonesia.

 

 

KOMPAS, MINGGU, 7 OKTOBER 2012

Written by Puisi Kompas

Oktober 8, 2012 at 3:30 am

Ditulis dalam Puisi

Tagged with

%d blogger menyukai ini: