Kumpulan Puisi Kompas

Arsip Puisi Mingguan Kompas Terbaru

Posts Tagged ‘Sindu Putra

PUISI SINDU PUTRA

with one comment


Rumah Tembakau

Menunggumu

rumah tembakau ini menunggumu

tanganmu yang kelam, mengetukkan salam

lima Maulid berselang

kau tak kunjung pulang

melanglang sebagai buruh migran

ke negeri jiran

lima Lebaran topat berlalu

dedare rumah sebelah tamat madrasah

lelah menantimu, berangkat ke akad nikah Baca entri selengkapnya »

Iklan

Written by Puisi Kompas

Juni 21, 2016 at 10:01 pm

Ditulis dalam Puisi

Tagged with

PUISI SINDU PUTRA

leave a comment »


Di Lombok, Aku Dapatkan Nama

 

batu belig                    batu bolong                 batu basong

batu dawa                   batu godog

batu kumbung             batu kliang                  batu layar

batu luwang                batu nyala                    batu ringgit

 

di Lombok, aku dapatkan nama untuk diriku

untuk mengapungkan aku,                  pada tanjung paling terpencil

: batu dari yang terpojok dalam hidupku

batu kecil yang terbelah dua               : terbuka dan tertutup sendiri

 

2013

 

 

 

Perempuan Itu Menenun Hujan

 

perempuan itu menenun hujan

di Slade.          100 menit dari Rembige

tempat tinggalku.

 

dengan tangan lumpuh layu

perempuan itu mengetuk-ngetuk tanah

sementara tubuhnya basa oleh gelap

: “Saya membuat sayap burung api

dengan benang emas dan serat perak…,” tuturnya

 

1000 tahun dari diriku,                  di Slade

di tengah angin matahari

perempuan itu menenun hujan

hujan musim kemarau

untuk tubuhku yang gelap

 

2013

 

 

 

Aku Takut, Aswattama Bersembunyi dalam Diriku

 

lelaki yang ditusuk kutuk

mengenakan bulan-mati di keningnya

mengembara sepanjang tiga ribu tahun cahaya

 

aku takut

lelaki yang menderita semua penyakit

yang diderita manusia itu

bersembunyi dalam diriku

 

2013

 

 

 

Kupu-kupu Tak Tampak Lagi di Mataram

 

Mataram,                     sunyi dari bunyi padi

Mataram,                     senyap dari gerak tari beaqganggas

 

sebatang pohon asam tua

bicara tentang hujan asam

: “kupu-kupu tak tampak lagi di Mataram…”

 

hanya burung-burung yang marah

hanya burung-burung yang lapar

hanya burung-burung marah yang lapar

membawa bunga api di paruhnya

sehingga hutan kota terbakar

sepi.                 sesendiri televisi yang menyala 24 jam

 

2013

 

 

 

Sindu Putra lahir di Bali, 31 Juli 1968.

Kini ia tinggal di Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Buku puisinya antara lain Dongeng Anjing Api (2008)

 

 

PUISI KOMPAS, MINGGU, 2 FEBRUARI 2014

Written by Puisi Kompas

Februari 4, 2014 at 9:16 pm

Ditulis dalam Puisi

Tagged with

%d blogger menyukai ini: