Kumpulan Puisi Kompas

Arsip Puisi Mingguan Kompas Terbaru

Posts Tagged ‘Seno Joko Suyono

PUISI SENO JOKO SUYONO

with one comment


Pelabuhan Karang Antu, Serang

 

Ibuku adalah pelita dupa

dua hari lalu, ia melihat Kwan Im tergesa-gesa

dari klenteng menuju dermaga

berbelit syal halus Coromandel

ia mengenakan hiasan perut manik-manik Tamil

 

Melewati rumah-rumah walet

yang ludahnya diasinkan saudagar Benggala

ia berbelok melintasi tambak-tambak penyu pelaut Madagaskar

sekolah perikanan yang dibangun orang Pegu

 

Badannya semampai

putih, wangi

ia bicara bahasa Bugis

 

Dewi itu tertegun. Semuanya karatan

ombak gosong

pulau-pulau peti kemas

hilang

 

Ke mana syahbandar? bisiknya

mengapa jung-jung tak ada yang datang?

ibuku melihat Kwan Im menangis

dari matanya menetes mercusuar hitam

 

 

Lampion-lampion Gion, Kyoto

 

Arwah-arwah

salah jalan

 

lampion-lampion

petunjuk pulang sekali setahun

menuntun

 

ke bilik-bilik lain

bukan rumah cucu

 

lorong-lorong sempit

mengacaukan mana utara-selatan

 

dingin

dipetik shamisen

 

dingin

dikoyak kimono

 

dingin

dirompak sake

 

altar kehidupan keluarga

menanti sia-sia

 

 

 

Wat Doi Sutep

                        : Krubha Sriwichai

 

pernahkah kau dengar

seorang bante pedesaan

yang banyak membangun kuil?

 

di atas bukit ia dirikan stupa putih

di pinggir hutan

ia gantungkan genta-genta

 

di ceruk-ceruk goa

ia upam stalaktit stalagmit

menjadi jari-jari mudra

 

ya, ia tak bersertifikat

ia membuat marah bante perkotaan

sebuah delegasi dikirim menghukumnya

 

“kuil tak bisa sembarangan

didirikan oleh sanyasin-sanyasin pengelana”

 

“kuil tak bisa asal dibangun

tanpa persetujuan sangha”

 

tahukah kau

di depan bleduk stupa buatan bante pedesaan itu

 

aku mengenang kisah

jenar yang mayat wanginya

diganti anjing oleh para wali

 

 

 

Seno Joko Suyono pernah belajar di Fakultas Filsafat Universitas Gajah Mada. Kini ia tinggal di Bekasi.

 

PUISI KOMPAS, MINGGU, 16 Maret 2014

 

Iklan

Written by Puisi Kompas

Maret 20, 2014 at 10:10 am

Ditulis dalam Puisi

Tagged with

%d blogger menyukai ini: