Kumpulan Puisi Kompas

Arsip Puisi Mingguan Kompas Terbaru

Posts Tagged ‘Ook Nugroho

PUISI OOK NUGROHO

leave a comment »


Kabar Malam

 

Malam setiap kali datang

Tanpa setahumu, mencoba mengetuk

Kamarmu yang jauh, tapi cahaya

Lelampu menahannya di beranda

 

Ia ingin menemuimu sendirian saja

Bercakap di ruang tamu yang kedap

Katanya ada warta genting, pesan rahasia

Yang sudah lama disimpannya

 

Tapi kau setengaj percaya

Separuh tidak, tak mengurusnya

Membiarkan terlantar di serambi

Depan, dan buyar begitu saja saat fajar

 

Rekah, tapi malam, malam akan sabar

Dan datang kembali setiap kali

Membawa kabar luar biasa penting, yang

Katanya hanya kau berhak mendengarnya

 

 

2012

 

 

 

Tema Jason Bourne

 

Catat dan simpanlah namaku

Sebab tinggal ini saja yang tersisa

Alamat dan asal-usul lainnya

Tertinggal dalam kabut

Mungkin lenyap

Serupa berkas rahasia, kisah busuk

Dalam persekongkolan jahat

 

Karena itulah agaknya

Ia mesti tamat, tak tercatat

Kecuali nama, sepenggal tema

Bersama tubuh ringkih ini, terseret

Dalam pelarian waktu

Pemburuan sengit

Sebab mereka inginkan permainan ini selesai

Sebelum tiba jejakku

Di batas cuaca

Terminal sentra

Dengan karcis tunggal

Menembus ruang penghabisan

Titik asal kekejian

 

Sekali lagi, catat dan simpanlah kisahku

Sebab cuma ini yang kupunya

 

2013

 

 

 

Malam dalam Sebuah Sajak

 

Cahaya tak mencapai

Ujung boulevard itu

Beberapa batang pohon

Yang tak disebutkan jelas

Jenis dan namanya, berjajar

Mengisi baris awalnya

 

Malam mungkin jam 2

Rumah-rumah seolah

Memejam menahankan

Beban langit yang merendah

Dengan bulan separuh

 

Yang mengembang tak acuh

Membiarkan baris dan rima

Bergulir sepanjang boulevard

Yang sudah disebutkan

Pada baris kedua

 

Lalu seorang lelaki

(yang pasti bukan saya)

Melintas mendadak

Melepas bait ketiga

Tapi jika hadirnya diniatkan

Mengembuskan aroma hidup

 

Pada ini sajak redup

Mungkin ia tak cukup bernyawa

Cahaya pada baris pertama

Juga gagal mencapai

Parasnya yang pasi

Bayangnya yang sendiri

 

2013

 

 

Ook Nugroho lahir di Jakarta, 7 April 1960. Buku

Puisinya adalah Hantu Kata (2010)

 

 

PUISI KOMPAS, MINGGU, 28 APRIL 2013

Written by Puisi Kompas

April 30, 2013 at 5:10 pm

Ditulis dalam Puisi

Tagged with

PUISI OOK NUGROHO

leave a comment »


Di Ruang Itu

 

Di ruang itu

Kami bertiga saja

Bapa, dia dan saya

Adapun Bapa

Diam dan rahasia

Sebagai biasa

 

Adapaun dia

(Dan saya)

Saling mereka

Lelakon apa

Tema apa kiranya

Dalam jeda ini

Layak bagi kita

Yang tak muda lagi

 

Guna kami mainkan

Selaku selingan

Di antara kisa utama

Telanjur ada

Menambahinya warna

Hijau dan merah jingga

Di antara coklat

Dan abu-abu

Layu dan gugur

Daun-daun

 

Sayangnya tapi

Ini bab terlarang

Tiada tercatat

Dalam halaman

Resmi liturgi

Kabarnya sarat jeruji

Serupa hutan suaka

Teraling bagi dia

Dan saya

 

Dua pemburu

Gelisah di sampin tabu

 

2012

 

 

Dunia Tak Begitu Buruk

 

Dunia tak begitu buruk

dalam sebuah sajak. Tapi kau harus

bergulat lebih dulu, merebutnya.

Menyudahi sekat-sekat bahasa

 

yang menjebakmu dalam sempit

kamar-kamat tak berjendela.

Sesudah itu, sebuah jalan pulang berkelak-kelok

membawamu pada ambang yang bimbang,

 

hari tanpa almanak. Musti

kau putuskan sendiri kapan kau terlahir

kembali ke dunia. Namamu yang lama

telah terhapus di bawah musim

 

yang pelan mengembang dari balik

sepuluh jari-jemari anganmu hijau ungu

berganti-ganti. Yakinlah, tiada jadwal

resmi yang dulu merongrongmu,

 

menderamu dengan tanda-tanda

yang tak ada. Sebab kini kau hanya lengang ruang,

lapang seleganya, bukan lagi sesiapa apa.

Tanpa kiblat selain jagat.

 

2012

 

 

Aku Hanya Perlu

 

Aku hanya perlu secangkir kopi

Untuk menulis sebuah sajak, katanya

Dan segores luka, guna lebih

Menajamkan huruf-hurufnya

 

Dan segurat luka lagi

Sekadar memastikan ini semua

Bukan pura-pura, bukan cuma tema

Dan gerimis di atas kertas

 

2012

 

 

Gawang

 

Bergantian nasib buruk

Dan mujur menerpa masuk

Saya tak menampiknya

Pun tak menyetujuinya

 

Nasib buruk dan mujur

Bagi saya sama belaka

Keduanya pintu selebarnya

Agar sempurna jalinan kisah

 

Begitulah, di atas segi empat waktu

Sabar saya menantikan

Menguak pintu selebarnya

Merentang peluang selapangnya

 

Menunggu nasib mujur

Memastikan nasib buruk

Bergantian menyambangi

Merampungkan takdir saya

 

2012

 

 

Ook Nugroho lahir di Jakarta, 7 April

1960. buku puisinya adalah Hantu Kata (2010)

 

PUISI KOMPAS, MINGGU, 30 DESEMBER 2012

Written by Puisi Kompas

Desember 31, 2012 at 2:25 am

Ditulis dalam Puisi

Tagged with

%d blogger menyukai ini: