Kumpulan Puisi Kompas

Arsip Puisi Mingguan Kompas Terbaru

Puisi Fitra Yanti

leave a comment »

zikir jantung

irama yang merambat tengah malam
adalah gelombang theta dari lafal
nama yang kusaru
dalam masyuk rindu

2019

 

lakuna

ke mana sebenarnya diriku menghilang
ke dalam hujan senjakala
atau ke semburat subuh yang abu-abu
ketika embun-embun pecah ke akar semak dan rumputan

aku mencari diriku yang telah kau bawa
berhari-bulan-tahun
menyisir jalan-jalan, kelok dan simpang menuju rindu
pintu keliru saja yang kutemu

aku tak tentu tuju
di antara lelampu kota yang berpijar
cahayanya tak sampai lagi ke mataku
sebab cahayaku telah lesap ke dalam cahayamu

2019

 

aroma jeruk dari yafa

di batas lapar dan haus
lidah terasa basah bulir-bulir jingga
pecah diremuk geligi

di antara geletar dan debar tanah
terdengar kucuran sari jeruk
ke dalam gelas bening

seseorang dari semenanjung telah menempati
rumah yang menghadap ke laut
di dekat benteng daud
mengirim undangan magrib
melalui pesan berantai
ke kemah-kemah penantian yang seolah dipenuhi
aroma jeruk dari kebun-kebun di yafa

2019

 

umpama jari tengah dan telunjuk
: lelaki pembaca salawat

melafalkan yasin
menderukan fatihah
menggebu zikir rinai
hendaknya sampai kepadamu
hendaknya melapangkan alammu yang baru
hendaknya menjelaskan rindu kami
yang belum terbiasa dengan ketiadaanmu.
lengking puisi menggebah tiap sudut rumah
kudengar gemanya
itu suaramu!
puisi kepada kekasih tuhan
betapa kerapnya kau menggagau-gagau dalam getar salawat
hendaknya kau duduk umpama jari tengah dan telunjuk
bersama para kekasih
senyummu lalu lalang antara getar tahlil dan doa-doa

cahaya yang menyala dalam dirimu
tiba-tiba merupa kunang-kunang di atas kepala
aku ingat, betapa seringnya cahaya itu
menjelma api di hadapanku
menyembur-nyembur
memerahkan mukaku
tiba-tiba, segala gambar berseliweran di antara gema tahlil
kau yang melompat-lompat bagai kekanak
minta bola dan gula-gula
kau yang menjelma hutan sunyi
gerombolan beringin gelap
tak seorang pun dapat melihat ke dalam belantara itu
kau yang menjelma lelaki peot terkekeh-kekeh
mengusap kepala kekanak
kau yang menjelma pemuda mabuk aroma bunga

duh, betapa pandai waktu merajah gambar-gambar
di benak yang berkerak
dalam gebalau suara
penjelas
ketika semua ada, hanya kau yang tak ada

2018

 

Fitra Yanti lahir di Danau Kembar, Solok, Sumatera Barat, 17 Februari 1987. Ia bergiat di komunitas musikalisasi puisi Mantagi Akustik.

PUISI KOMPAS, SABTU, 25 MEI 2019

Iklan

Written by Puisi Kompas

Mei 27, 2019 pada 9:12 am

Ditulis dalam Puisi

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: