Kumpulan Puisi Kompas

Arsip Puisi Mingguan Kompas Terbaru

Archive for Januari 2019

Puisi Bening Siti Aisyah

leave a comment »


Aforisme

Bagai Nuh dengan kapal kayu yang besar,
Mari berlayar bersama, hingga nun ujung dunia.

Sang puan tercipta dari sebuah gelombang yang menggulung. Ia datang
bertelanjang kaki. Bermahkotakan rumput laut yang alum. Lalu duduk di atas batu
besar. Di dalamnya seakan kekasihnya bersemayam. Tertatah namanya dengan
sederhana: Jaka Banyu. Seorang nakhoda yang hilang. Dipenjara oleh laut selatan. Cakrawala tergelincir. Sembari mengiringi sang puan membaca pembuka surat
dari kekasihnya.

Kekasihku, Sri Wangi, perempuan berbau bunga. Aku akan
berlayar lurus. Melintasi netra. Kelak akan kutemui engkau saat
tangkai-tangkai cemara mulai basah.

Baca entri selengkapnya »

Written by Puisi Kompas

Januari 19, 2019 at 5:15 am

Ditulis dalam Puisi

Tagged with

Puisi Kurnia Effendi

leave a comment »


Haiku tentang Tahun yang Baru

1.
Turun perlahan
Langit dan kembang api
Di awal pagi

2.
Waktu dan embun
Ingin terlambat bangun
Pun matahari

3.
Jatuh menebar
Sisa seru semalam
Di cakrawala

4.
Gemuruh mercon
Mencuri kesempatan
Mekar kemboja

5.
Yang mengudara
Doa akhir almanak
Ditinggal sepi

Cibubur, 2018

Baca entri selengkapnya »

Written by Puisi Kompas

Januari 19, 2019 at 5:10 am

Ditulis dalam Puisi

Tagged with

Puisi Joko Pinurbo

with one comment


Kopi Koplo

Kamu yakin
yang kamu minum
dari cangkir cantik itu
kopi?
Itu racun rindu
yang mengandung aku.

(Jokpin, 2018)

Belajar Berdoa

Enggak usah crigis.
Mingkem saja dulu,
bereskan hatimu
yang amburadul.

(Jokpin, 2018)

Kakus

Tega sekali
kaujadikan
dirimu yang wah
kakus
kumuh
berwajah
rumah ibadah.

(Jokpin, 2018)

Bonus

Langit
membagikan
bonus
air mata
kepada
pelanggan
banjir
yang setia.

(Jokpin, 2018)

Buku Hantu

Untuk apa
kamu menyita buku
yang belum/tidak
kamu baca?

Untuk menghormati
hantu tercinta.

(Jokpin, 2018)

 

Malam Minggu di Angkringan

Telah kugelar
hatiku yang jembar
di tengah zaman
yang kian sangar.
Monggo lenggah
menikmati langit
yang kinclong,
malam yang jingglang,
lupakan politik
yang bingar dan barbar.
Mau minum kopi
atau minum aku?
Atau bersandarlah
di punggungku
yang hangat dan liberal
sebelum punggungku
berubah menjadi
punggung negara
yang dingin perkasa.

(Jokpin, 2018)

Baca entri selengkapnya »

Written by Puisi Kompas

Januari 12, 2019 at 3:43 am

Ditulis dalam Puisi

Tagged with

Puisi Dadang Ari Murtono

leave a comment »


dongeng sangkelat

sepi yang ia cintai barangkali tak ada lagi,
tepat ketika sunan kali memindahkannya dari akadiyat
ke tengah babad yang benderang, dan empu supa,
dengan tiga kali pijitan, mengubahnya dari biji kemiri
jadi sebilah keris penanggung wahyu

ia mabuk, ia benci
tapi pada halaman itu, pembaca mulai tidak sabar
”masukkan ambisi kekuasaan, masukkan nujum-nujum,
beri kami perang yang meriah”

*
bau maut pada tembok batu bata
ketika malam jatuh seperti dibanting
ia ingin lelap, sebenarnya, dalam warangka
tapi kiai condongcatur memanggil-manggilnya
ke sebuah paragraf berisi pertempuran singkat

”tapi aku tak mau,” katanya
”tapi pembaca menginginkannya”
”tapi aku tak peduli dengan pembaca”
”tapi kau harus menghentikan kali yang menaburkan
bibit mati lewat lekuk pamorku”

* Baca entri selengkapnya »

Written by Puisi Kompas

Januari 5, 2019 at 7:48 pm

Ditulis dalam Puisi

Tagged with

Puisi Toni Lesmana

leave a comment »


Kawih Angin Kawali
: Godi Suwarna

1
Kawih angin, kawih angin Kawali
Tak letih menenun halimun ngungun
Rumpun mendung ratusan tahun limbung
Kandungan tunggul berselimut lumut

Kawih angin yang barangkali sudah
Compang-camping. Ingin singgah
Ingin istirah. Di tubuh yang melulu
Menghitung belatung luka

Samar paras hutan renta berkaca pada
Jejak air di batu. Seperti mencari
Jirim yang terus bernyanyi
Melilitkan tangis

Pohon-pohon menggugurkan daun
Menabuh batu menabuh tanah
Menabuh akar menabuh urat
Patilasan. Bunyi berlumuran

Memburu wujud
Waktu memercik perih
Tubuh tugur ke kubur
Tabur abu

Baca entri selengkapnya »

Written by Puisi Kompas

Januari 5, 2019 at 7:45 pm

Ditulis dalam Puisi

Tagged with

%d blogger menyukai ini: