Kumpulan Puisi Kompas

Arsip Puisi Mingguan Kompas Terbaru

Archive for Desember 2018

Puisi Riki Dhamparan Putra

leave a comment »


Membaca Susi untuk Ayu di Payakumbuh

Susi yang sekarat
Tak akan tamat karena puisi mengunjungimu
di Payakumbuh
Marilah kita ucapkan salam
Kita jamu dengan sekepal lumut masik
batih jerami
getar sayap kumbang papan

Andai andai-andai
Andai anai-anai yang memahat tangga ke rumah gadang lama itu
melepas bebannya
Apakah Susi akan runtuh
Tentu Susi tak akan runtuh
Kecuali kita hanya punya satu leluhur saja yang jenaka
Ialah yang menukar besi jembatan
dengan mayat pekerja rodi
kegembiraan dengan riwayat perang
sawah ladang dengan potongan bambu
berani mati
Bagi leluhur yang seperti itu
hanya ada satu pembebasan saja di dunia
: lagu puja kepada bunga-bunga

Untunglah tanah ini tak pernah kekurangan kata-kata
Kata-kata tak pernah selesai
Tiap orang bagai gelanggang bagi menempa kata-kata
yang tak selesai-selesai

Tapi aku masih saja ragu semua itu bakal mengantarku padamu
Apakah engkau akan rela bila kukata batang Agam
bukan lagi batang Agam namanya
bila aku di Tambun Ijuk, tapi kukata aku tak melihat pohon enau
Apakah engkau rela
bila aku hanya segenggam abu pendiangan
di tungku yang pucat pasi
pemanas antikarat
panci teflon berisi kotoran Susi?

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Written by Puisi Kompas

Desember 29, 2018 at 7:32 pm

Ditulis dalam Puisi

Tagged with

Puisi Irma Agryanti

leave a comment »


Laron

dari bawah tanah, seekor rayap mengubah diri sebagai kelahiran baru,
sayap baru, tubuh baru, nama baru untuk mengenalkan dirinya
dengan banyak kembaran

pada seberkas cahaya, ia lupakan melankoli dari sebuah petang
untuk melepaskan gigil pejantan
sebab musim hujan tiba tiba-tiba

tapi tak ada yang mudah bagi mata buta dan telinga tuli
untuk mendapati arah yang benar menuju keriangan
juga kemampuan mengepung terang

maka ia tinggikan sayap menjauhi pantulan air dan berseru
waktu adalah maut bagi malam yang lekas
dan ia mulai berputar searah jarum jam

maka bersihkan serbuk kayu agar ia tak tergoda dan
berpaling menjauhi sinar atau
lenyapkanlah katak juga cicak jika rasa lapar
membuat dirinya jadi santapan

Baca entri selengkapnya »

Written by Puisi Kompas

Desember 24, 2018 at 9:28 pm

Ditulis dalam Puisi

Tagged with

Puisi Boy Riza Utama

leave a comment »


Pulang ke Tengah Sawah

Ancaman akan dikutuk sebagai cimolok
Yang merangkak dari tembok ke tembok
Tak melurutkan keinginannya buat pulang
Menghapus garis silsilah yang disandang

Ia kini di tengah sawah, menjangkau pokok
Jambak yang putiknya malu-malu buat rontok
Sebab angin, di pusat pengekangan ini, jarang
Datang sebagai badai – peruntuh batang gadang

Menyusuri garis-garis pematang, matanya bersirobok
Papan-kayu para pelancong yang sudah menjadi pondok
“Apakah yang pasti, selain ketakutan tiba mengadang,”
Ia bertanya, “Sebab sungai diampang, rimba ditebang?”

Baca entri selengkapnya »

Written by Puisi Kompas

Desember 24, 2018 at 9:25 pm

Ditulis dalam Puisi

Tagged with

Puisi Acep Zamzam Noor

leave a comment »

Written by Puisi Kompas

Desember 17, 2018 at 11:22 pm

Ditulis dalam Puisi

Tagged with

Puisi Nermi Silaban

leave a comment »


Kenangan Aroma Honje
– untuk Rasmi Naibaho

Kaubekali aku ingatan
tentang hikayat Si Mardan
sebab dalam angan remajaku
tersimpan cetak-biru suatu kota.

Sebuah kereta bersiap pergi
dan penantianmu di sana akan
berulang: kabut pagi, hujan, kemarau,
ekor meteor, rumput liar, dan
bunga-bunga kebun yang rekah dan layu.

Tak banyak yang kubawa,
hanya keteguhan dan kenangan,
meski telah kugenggam secarik tiket,
kadang derit rem kereta, lengking peluit
membuat rencanaku bergetar.

Baca entri selengkapnya »

Written by Puisi Kompas

Desember 8, 2018 at 9:32 pm

Ditulis dalam Puisi

Tagged with

Puisi Goenawan Mohamad

leave a comment »


Di Sebuah Ladang

Malaikat yang belum bernama
menghempaskan sayapnya yang berat
ke ladang itu.

Sedetik kemudian sunyi jadi besi.

Tapi dua teriak anak
menembusnya –
tujuh kitiran kertas berjatuhan dari bendul jendela,
mungkin tanda yang mereka pasang
untuk ibu yang tak pulang setahun lalu
lari dari malam yang tuli,
sunyi yang besi, hitam yang rata,
di atas dusun –

Baca entri selengkapnya »

Written by Puisi Kompas

Desember 1, 2018 at 9:36 pm

Ditulis dalam Puisi

Tagged with

%d blogger menyukai ini: