Kumpulan Puisi Kompas

Arsip Puisi Mingguan Kompas Terbaru

Archive for Agustus 2016

PUISI MARDI LUHUNG

with 2 comments


Gresik: Telur Bebek dan Leher

 

Ada amsal tentang kenangan awal. Kenangan pada jajaran rumah yang

berubin tebal dan bertembok tinggi. Serta patung kilin yang bersiaga di

tempat ibadah. Patung kilin yang menyimpan wujud mustika di delapan-

belas bagian tubuhnya. Juga tentang telur-telur bebek yang tergeletak di

sepanjang got kering sebelah trotoar. Telur-telur bebek yang dipunguti oleh

tangan si kanak. Tangan yang kini telah dewasa. Yang diam-diam juga ingin

memetik matahari sebelum lingsir. Atau mewarnai kulit delima agar tetap

merona. Semerona ibu yang telah jadi bidadari. Bidadari yang setiap bersedih,

berziarah ke makam Tuan Maulana. Dengan air mata berlinang.

Juga dengan kerudung yang berjuntai menawan.

 

Dan ada amsal tentang kenangan berikutnya. Kenangan pada aroma yang

memberat. seberat napas yang membau sengak. Yang mengingatkan bau

asap yang mengepul dari sekian cerobong. Sekian cerobong, yang jika

gerhana tiba, bergerak dan berjalan tegap. Seperti seregu sedadu yang

berbaris-baris. Berderap. Berderap. Berderap. Dan sesekali memeragakan

kerancakan jalan di tempat. Kerancakan yang membuat permukaan pantai

jadi bergoyang. Sampai tiga ikan buntal yang berenang, pun seketika

membuntalkan perutnya. Sebab menganggap, ada musuh yang akan

menyergap. Musuh yang mungkin terang. Mungkin gelap. Atau malah

mungkin samar. Tapi amat dekat. Sedekat urat leher.

 

(Gresik, 2016) Baca entri selengkapnya »

Written by Puisi Kompas

Agustus 22, 2016 at 12:23 am

Ditulis dalam Puisi

Tagged with

PUISI TRIYANTO TRIWIKROMO

leave a comment »


Kekecewaan Purochana

 

Di hutan Waranawata telah kubangun istana kematian

dari kayu-kayu yang mudah terbakar. Tetapi atas

perintah Duryudana, selalu kukatakan kepada Pandawa,

itulah surga terindah, tempat peristirahatan termewah

setelah seharian berburu kijang dan satwa-satwa lemah.

 

Aku juga telah meletakkan kursi goyang Kunti

di dekat dinding ranjang Yudistira di dekat

perapian: itulah neraka yang akan menjadikan mereka

sekedar unggun abu. Tubuh Bima akan meleleh, Arjuna

kehilangan kepala, Nakula dan Sadewa jadi arang,

dan burung-burung serta kelinci hangus tanpa sisa. Baca entri selengkapnya »

Written by Puisi Kompas

Agustus 8, 2016 at 1:54 am

Ditulis dalam Puisi

Tagged with

PUISI ALIZAR TANJUNG

leave a comment »

Written by Puisi Kompas

Agustus 1, 2016 at 12:35 am

Ditulis dalam Puisi

Tagged with

PUISI FERDI AFRAR

leave a comment »


Getik Ikan Bethik

                     di kali jambe

 

mataku genangan mata air tawar

sirahku kuncung mekar merengkuh luar latar

 

sisikku mantel silap penyamar pandang

punggungku pun hijau ganggang pengecoh

 

senar para penjoran. getik manggar,

getik pelepah gedang, getik batang merang

 

getik apung kiambang, getik kangkung lanjaran

getik lumut akar poh bapang, sebab lagakku Baca entri selengkapnya »

Written by Puisi Kompas

Agustus 1, 2016 at 12:25 am

Ditulis dalam Puisi

Tagged with

%d blogger menyukai ini: