Kumpulan Puisi Kompas

Arsip Puisi Mingguan Kompas Terbaru

PUISI IRMA AGRYANTI

leave a comment »

Pertunjukan Ini

 

siapa memendamkan

mata api sakti limandaru

 

pemain yang mengenakan topeng itu

mengisahkan padaku

 

raksasa tak berdaya

dilenyapkan

di setiap akhir cerita

 

maka cupak gurantang, kesatria-kesatria

yang dibutakan cinta, muslihat dan peragai

yang mengembarai gua-gua dan menandai tubuhku

dengan derita

 

sebentar, babak selanjutnya dimulai

gending ditabuh

panggung hening sesaat

 

seorang lalu berdiri di tepi jurang

dataran kering di bawah seolah-olah membisiknya

cupak yang culas dan busuk itu seperti berkata

 

mungkin pahlawan terakhir akan gugur

 

di pentas ini

gerantang hendak pula dilenyapkan

juga nasib juga penantian

tinggallah aku

 

maka namaku air mata

muncul dari mata paling jahat

mata para penonton yang awas

 

2014

 

 

Upacara Tahun Baru

 

di tempat terakhir berdiri

padam ingatan

separuh umurku memendamkan cinta

maut pertama dari derita

 

duka luka kali ini

meretakkan dirinya

malam begitu riuh

di jalan kota

 

sedang aku bersembunyi

dari angka di kelender, jarum waktu,

catatan-catatan tua

kenangan membuat segalanya abadi

menjelang tiada

 

mereka menyalakan kembang api

ke langit paling kelam

 

2014

 

 

Irma Argyanti lahir di Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kumpulan puisinya berjudul Requiem Ingatan (2013).

 

PUISI KOMPAS, MINGGU, 13 APRIL 2014

Iklan

Written by Puisi Kompas

April 17, 2014 pada 10:27 am

Ditulis dalam Puisi

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: