Kumpulan Puisi Kompas

Arsip Puisi Mingguan Kompas Terbaru

PUISI ALIZAR TANJUNG

with one comment

SATU BELAHAN BULUH BUAT SATU BATANG TOMAT

 

buluh ini aku ambil dari tepian sungai yang mengalir

di tanahkuning, tepat matahari di tengah ubun, tepat murai

batu berkicau berkali-kali, aku ambil buluh yang beruyung

biar kuat dia diterpa angin, panas, hujan karangsadah.

 

buluh ini aku tebang dengan parang yang paling tajam,

parang yang telah meyakinkan matanya dengan luka

yang menganga di perut. ketajaman mata parang

membutuhkan sakit batu asahan yang tak pernah usai.

 

aku buat dia sepanjang 2 meter 10 sentimeter. aku potong

ujung yang merupakan kepala, aku potong pangkal

yang merupakan kaki, tak apa tak berujung tak apa

tak berpangkal, sebab dia akan aku tanam sendiri.

 

buluh ini aku tancapkan di satu batang tomat, tomat jelang

berbunga pertama, menampung angin, menampung panas,

menampung hujan, menampung kegelisahan harapan

orang yang menanam, menampung kehancuran dirinya.

 

perlahan dan pasti kulitnya mengkerut.

 

buah tomat berbuah ranum,.ditawar seharga 4000 rupiah

sebatang, menunggu 4 bulan, menunggu air kerongkongan

penanam yang tak kering di karangsadah ini.

 

(2013)

 

 

LADO SUNGAI PUA

 

berkunjung ke sungai pua, mengikuti garis kerikil, pasir, runduk

ujung daun yang melengkung ke batang tubuh, kuat jalaran

akar yang mengikat ke pangkal batang, serbuk benang sari

yang mengikat diri ke kepala putik, aku temukan lado orang

sungai pua.

 

lado orang sungai pua, ditanam di sebidang tanah di depan rumah.

diselingi bawang perai, seledri, lobak sawi. pupuknya tahi ayam.

racunnya air liur pagi hari. hujannya kumpulan embun merapi.

di satu kaki merapi, di satu ladang, di satu batang, di satu buah

lado merah sungai pua, aku temukan diriku, melengkung

 

memeluk jantung. diriku akar yang menjalar dalam biji lado

sungai pua, bunga yang mengendap di pangkal daun yang

mencintai batang, buah yang matang di meja makan dengan

tambahan irisan bawang perai, taburan garam, seledri sungai pua,

lezatnya.

 

(2013)

*lado (cabai)

** Sungai Pua (nama asli daerah Sungai Puar)

 

 

KAYU API DI GARIS TANGAN

 

Bah, aku si penghuni rumah:

di halaman rumah ini kau carah kayu, kau pasang mata baji,

marete itu memukul baji, pukulan pertama pukulan lunak

selunak jalan pikiranmu, pukulan kedua pukulan keras,

sekeras garis tanganmu, pukulan berikutnya pukulan entah,

entah pada pukulan berapa kayu ini keping. kayu keping

lepas sakit mata baji,  kau susun kepingan itu serupa

menyusun kepingan dirimu yang entah ribu detik ke berapa

usiamu menjadi daging kayu ini.

 

tidak apa, aku masih penghuni rumah ini:

kayu ini kayu rimba, kayu bernama kayu paniang

hutan tanahkuning, lunak ke dalam keras keluar, lunaknya

telah kau uji di mata baji, kerasnya telah kau palu di kepala

marete, sempurna kayu ini kau keping sempurna garis

tanganmu memecah kayu, di hari pakan kayu api kau jual,

kau tukar dengan beras solok, kelapa pariaman, ikan padang,

kau tersenyum, kau masak nasi, kau hidangkan padaku,

makanlah.

 

(karangsadah, 2013)

 

 

 

ALIZAR TANJUNG lahir di Karang Sadah, Solok, Sumatera Barat,

10 April 1987. Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam di IAIN

Imam Bonjol Padang, Sumatera Barat.

 

 

PUISI KOMPAS, MINGGU, 2 MARET 2014

Iklan

Written by Puisi Kompas

Maret 4, 2014 pada 9:54 pm

Ditulis dalam Puisi

Tagged with

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Hm… merapi dan marapi. Yang satu di Jawa, dan yang satunya lagi di Ranah Minang. Tapi di puisimu, marapi jadi merapi, Ali. Kenapa begitu? 🙂

    Suka

    Yeni Purnama Sari

    April 13, 2014 at 12:34 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: