Kumpulan Puisi Kompas

Arsip Puisi Mingguan Kompas Terbaru

PUISI BERNARD BATUBARA

leave a comment »

Tempias

 

sebelumnya aku pernah mendamba rincikMu

kota-kota ini, tuan, adalah kota yang berasal dari senja

 

di dalam lembar-lembar kosong kitab suciMu

hangat, sebentar, melelehkan, dan melelahkan

 

tapi kematian terlahir sebagai harakat yang panjang

ia harus panjang pula diucapkan, ia telampau jauh

 

namun menyala

demikian dekat

demikian terang

 

kota-kota ini tumbuh dari kealpaan, aku adalah napasMu

napasMu telah larut dalam hampa udara dalam doa-doa

 

sebelumnya aku pernah begitu mendamba rincikMu

sebelum engkau menjelma tempias yang halus

 

namun amat basah

 

demikian lekat

demikian erat

 

2013

 

 

 

 

 

Kamar

 

kata-kata yang sudah tua

tinggal di dalam kamar

 

rindu menekuk lutut di sudut

luka bergelantungan di pintu

 

tidak ada lampu untuk masa lalu

atau cinta yang terbaring dan dendam

 

cuma kenangan tersangkut di sarang laba-laba

dan ingatan membungkus tubuhnya yang biru

 

tidak ada kita di atas kasur

atau sisa napas di pinggir bantal

 

cuma kepergian yang membekas di jendela

dan selembar tirai yang masih menunggu

 

2013

 

 

Bernard Batubara lahir 9 Juli 1989 di Pontianak, Kalimantan Barat.

Buku puisinya berjudul Angsa-Angsa Ketapang (2010).

Saat ini ia tinggal di Yogyakarta.

 

 

PUISI KOMPAS, MINGGU, 1 SEPTEMBER 2013

Iklan

Written by Puisi Kompas

September 13, 2013 pada 3:27 am

Ditulis dalam Puisi

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: