Kumpulan Puisi Kompas

Arsip Puisi Mingguan Kompas Terbaru

PUISI MARIO F LAWI

leave a comment »

Nazarenus

 

Pelajaran berjalan di atas air selesai.

(Suara angin yang lembut.

Beberapa nelayan melintas dengan perahu menuju pantai.)

 

Narator. “Maka tibalah ia di sebuah tanah lapang.

Di utara, ia menyaksikan kota bergerak lambat ke dalam tanah.”

 

(Awan menutup mata.

Gemuruh tumpah.

Riuh suara dari arah kota.)

 

Langit tak berujung terbelah.

Seorang pria berlari mendapatinya.

 

“Yohanes?”

 

“Kota, Tuan, kota hampir tenggelam.”

 

(layar ditutup)

 

(Naimata, 2013)

 

 

Ararat

 

Kita adalah sepasang awan hitam

Memandang hutan yang memanjang

Di belakang Ayah Kanaan yang belia.

Pasangan hewan yang berarak menumpahkan

Doa dari balik langit ke dalam bahtera.

 

Dengan tatapan, berbicaralah engkau tanpa suara

Kusaksikan bumi dipenuhi orang-orang yang dipaptis.

 

Sang pembabtis menyunggingkan senyum pelanginya

Setelah menumpahkanmu ke dalam legam.

Aku pun lentur menjadi debut berkepanjangan.

 

(Naimata, 2013)

 

 

Magdalena

 

Menangkapmu. Berkali-kali aku harus memastikan agar kau

Tak ikut tenggelam ke dalam nikmat yang mangsi. Bersusah

Aku menyelamatkanmu dari amukan para penyelam, seorang

Muridku justru berniat menggenapimu berulang kali. Sungguh

Pintumu tak hanya menerbitkan birahi atau aroma narwastu

Yang pernah kaulabuhkan di kakiku. Kuharap kau masih

Mengingat ketika pertama batu-batu bersijatuh di hadapanmu,

Si Janggut Putih yang bersikeras mengarahkan rajam tajam ke

Arah lambungku. Kubuatkan sukatan dengan tanah liat dan

Sepotong kayu, tak lebih kelit dari jarak hati dan payudaramu.

Ara yang kupelihara segera mengutuk dirinya karena tubuhmu

Ternyata lebih ranum dari daging pejalnya. Misalkan surga itu

Doa para imam agung, maka lebih pantas kau menghadapku.

Amin. Kukatakan padamu, ia seumpama lemak yang menetes

Dari merpati panggang kini hinggap di tanganmu. Tentu saja

Jauh sebelum aku menangkapmu. Menyelamatkan angkamu.

 

(Naimata, 2013)

 

 

Mario F Lawi lahir di Kupang, Nusa Tenggara Timur,

18 Februari 1991. Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi,

Universitas Nusa Cendana. Bergiat di Sastra

Dusun Flambora.

 

PUISI KOMPAS, MINGGU, 14 April 2013

Iklan

Written by Puisi Kompas

April 15, 2013 pada 3:27 pm

Ditulis dalam Puisi

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: