Kumpulan Puisi Kompas

Arsip Puisi Mingguan Kompas Terbaru

PUISI AHDA IMRAN

leave a comment »

24 Jam Berikutnya dalam Kepalamu

 

24 jam berikutnya yang tak pernah cukup

membersihkan pecahan kaca dalam kepalamu

kepala yang dipenuhi air laut dengan ikan pemangsa

bermata rabun. Suaramu menyerupai ratap, atau

lebih sering menyerupai geraman

 

Tenanglah, sedang kumandikan tubuhmu

dari kata-kata sekadar. Dari jejak kaki

orang dulu. Jejak kaki yang selalu

mengucapkan nama lengkapnya

dengan api dan sembilu

 

Lihat, dalam tubuh dan kata-katamu,

aku berjalan, setenang air danau,

setenang api membakar pulau

 

24 jam berikutnya terapung-apung

dalam kepalamu. Kepala yang menanak kata-kata

dari sisik ular, getah kulit kayu, dan mantera

kutukan. Suaramu tak menyerupai apapun,

atau lebih sering tak menyerupai suara

 

2013

 

 

 

Hujan yang Berwarna Hitam

 

Hujan yang berwarna hitam

adalah hantu yang bersedih

dirangkumnya sekalian malam

disimpannya ke lubuk perih

 

Jantungnya gelap

adalah degup angin ngarai

tangis yang sayup. Lambai

yang tak sampai-sampai

 

Semata seru

di sawang

yang beku

 

Hujan yang berwarna hitam

adalah hantu yang mengerang

tubuhnya sedingin batang pisang

dirangkumnya sekalian dendam

 

disimpannya ke lubuk malam

 

 

2013

 

 

 

Ular Tepi Air

 

Seekor ular bergulung di tepi air

menunggu kapan mayatku dihanyutkan

ke sungai untuk meminta kembali

sebuah kata yang pernah

kupinjam darinya

 

2013

 

 

 

 

 

Pelajaran Kedua Menulis Puisi

 

Tulis puisi dan lupakan

serupa mendatangi dan meninggalkan

pada keduanya dunia tak tampak, kecuali

serupa kelok bayang separuh batang lidi

 

yang kau julurkan ke dalam perigi

 

2013

 

 

 

Pelajaran Ketiga Menulis Puisi

 

Naik ke jenjang kata

yang tak berkejadian tak berkarena

 

Menggigil kakimu ke puncaknya

serupa Musa menuju Thursina

 

2013

 

 

 

Pelajaran Keempat Menulis Puisi

 

Kata adalah tubuhKu

yang bukan seseorang

yang bukan bayang

 

Hilang dalam kata

temukan darahKu

 

Minumlah!

 

2013

 

 

Ahda Imran Lahir di Payakumbuh, Sumatera Barat (Indonesia) namun besar di Cimahi, Jawa Barat. Puisinya tersebar di koran, jurnal, dan antologi. Antologi puisinya antara lain Dunia Perkawinan (1999) dan Penunggang Kuda Negeri Malam (2008). Ia aktif mengikuti kegiatan pertemuan sastra di berbagai daerah. Ia menulis untuk suplemen budaya mingguan di koran Pikiran Rakyat Bandung.

 

 

 

PUISI Kompas, 17 Maret 2013

 

Iklan

Written by Puisi Kompas

Maret 22, 2013 pada 7:21 am

Ditulis dalam Puisi

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: