Kumpulan Puisi Kompas

Arsip Puisi Mingguan Kompas Terbaru

PUISI OOK NUGROHO

leave a comment »

Di Ruang Itu

 

Di ruang itu

Kami bertiga saja

Bapa, dia dan saya

Adapun Bapa

Diam dan rahasia

Sebagai biasa

 

Adapaun dia

(Dan saya)

Saling mereka

Lelakon apa

Tema apa kiranya

Dalam jeda ini

Layak bagi kita

Yang tak muda lagi

 

Guna kami mainkan

Selaku selingan

Di antara kisa utama

Telanjur ada

Menambahinya warna

Hijau dan merah jingga

Di antara coklat

Dan abu-abu

Layu dan gugur

Daun-daun

 

Sayangnya tapi

Ini bab terlarang

Tiada tercatat

Dalam halaman

Resmi liturgi

Kabarnya sarat jeruji

Serupa hutan suaka

Teraling bagi dia

Dan saya

 

Dua pemburu

Gelisah di sampin tabu

 

2012

 

 

Dunia Tak Begitu Buruk

 

Dunia tak begitu buruk

dalam sebuah sajak. Tapi kau harus

bergulat lebih dulu, merebutnya.

Menyudahi sekat-sekat bahasa

 

yang menjebakmu dalam sempit

kamar-kamat tak berjendela.

Sesudah itu, sebuah jalan pulang berkelak-kelok

membawamu pada ambang yang bimbang,

 

hari tanpa almanak. Musti

kau putuskan sendiri kapan kau terlahir

kembali ke dunia. Namamu yang lama

telah terhapus di bawah musim

 

yang pelan mengembang dari balik

sepuluh jari-jemari anganmu hijau ungu

berganti-ganti. Yakinlah, tiada jadwal

resmi yang dulu merongrongmu,

 

menderamu dengan tanda-tanda

yang tak ada. Sebab kini kau hanya lengang ruang,

lapang seleganya, bukan lagi sesiapa apa.

Tanpa kiblat selain jagat.

 

2012

 

 

Aku Hanya Perlu

 

Aku hanya perlu secangkir kopi

Untuk menulis sebuah sajak, katanya

Dan segores luka, guna lebih

Menajamkan huruf-hurufnya

 

Dan segurat luka lagi

Sekadar memastikan ini semua

Bukan pura-pura, bukan cuma tema

Dan gerimis di atas kertas

 

2012

 

 

Gawang

 

Bergantian nasib buruk

Dan mujur menerpa masuk

Saya tak menampiknya

Pun tak menyetujuinya

 

Nasib buruk dan mujur

Bagi saya sama belaka

Keduanya pintu selebarnya

Agar sempurna jalinan kisah

 

Begitulah, di atas segi empat waktu

Sabar saya menantikan

Menguak pintu selebarnya

Merentang peluang selapangnya

 

Menunggu nasib mujur

Memastikan nasib buruk

Bergantian menyambangi

Merampungkan takdir saya

 

2012

 

 

Ook Nugroho lahir di Jakarta, 7 April

1960. buku puisinya adalah Hantu Kata (2010)

 

PUISI KOMPAS, MINGGU, 30 DESEMBER 2012

Written by Puisi Kompas

Desember 31, 2012 pada 2:25 am

Ditulis dalam Puisi

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: