Kumpulan Puisi Kompas

Arsip Puisi Mingguan Kompas Terbaru

PUISI TONI LESMANA

with one comment

Mencintaimu

aku telah menemukanmu, kemudian kasmaran dan mabuk

aku telanjang tanpa masalalu. bercinta siang malam

di atas sajadah, di dingin trotoar, di hangat ranjang

di landai pantai juga puncak gunung. inilah diriku yang bugil

tanpa masa depan, mendekapmu sambil tak henti

menyatakan cinta. kata-kataku melebihi birahi

terus terjaga, memeluk dan menciumi

sekalipun tubuh runtuh dan tertidur

 

tapi mencintaimu juga melebihi tajam pada pedang

hasratku sering kali hanya sampai pada kesunyian

pada sepi atau semacam dingin yang meringgis

bukan tentang wajah yag berpaling, atau penggilan yang

tak berbalas. namun pada masalalu melampauiki

kecemasanmu pada masadepan melompatiku

 

aku seperti jurang yang terus menambah kedalaman

sedangkan kau semakin asing pada kecupan, pada kata-kataku

kata-kataku saling melilit seperti sekumpulan ular

saling mematuk dan menembakkan bisa

lantas mati lemas di hadapan kesangsianmu

tanpa sempat menjadi sajak. barang kali aku harus menggali

dan membangun waktu, untuk mencari kenangan sekaligus

mengenali harapan. tapi aku takn punya apa-apa

selain masakini, cinta yang kutemukan pada dirimu

 

2012

 

 

Jalan Aspal

 

jalan aspal ini seperti pemukiman baru

mobil serupa tenda-tenda darurat

juga mirip akuarium dengan beragam ikan

yang ajaib. tak ada deru. semuanya seperti tidur

dan perlahan lapuk dalam gelap malam

barangkali ini saat yang tepat untuk menyatakan cinta

kau menungguku di sebuah lorong

pada gang yang baru saja tercipta

 

2012

 

 

Di Tembok

 

matahari di tembok

mengukir cahaya yang lenyap itu

aku membaca kata dan nama

 

berdebar sepanjang senja

mengapa wajahmu begitu hidup di tembok

wajahmu itu. wajah yang dirahasiakan sejarah

 

2012

 

 

Mabuk

 

aku masih mencari nikmat tersesat

sebab jalan pulang telah kitangkap

lambaiannya kota demi kota,

nama demi nama, kenangan demi kenangan.

 

sudah sangat mabuk

tapi belum jatuh. aku masih

memburu riuh. sebab hening

adalah pasti, adalah mati

 

2012

 

 

Sajian

 

aku masih mencicipimu

mencernamu dengan perlahan

masih ingin terus melahap kau

sebelum kau kelak mencicipiku,

mencernaku. melahap lebih buas

dari yang mampu kulakukan

 

tapi kau tak terhidang dengan gampang

sementara aku mudah saja kau jadikan sajian

 

2012

 

 

Perempuan

 

telah kuikuti kau sampai

seluruh pintu tertutup

kini ketika pintu-pintu terbuka,

jalan menggeliat, ikutilah aku

menyusuri usia dan rahasia

 

2012

 

 

Toni Lesmana lahir di Sumedang, Jawa

Barat, 25 November 1976. Ia menulis puisi

dan prosa dalam bahasa Sunda dan bahasa

Indonesia.

 

 

KOMPAS, MINGGU, 7 OKTOBER 2012

Iklan

Written by Puisi Kompas

Oktober 8, 2012 pada 3:30 am

Ditulis dalam Puisi

Tagged with

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. dibikin lagu aja nih

    Suka

    ar_rahmi

    Oktober 20, 2012 at 6:57 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: