Kumpulan Puisi Kompas

Arsip Puisi Mingguan Kompas Terbaru

PUISI EDWAR MAULANA

leave a comment »

Meja

 

1

Ia tak mengerti arti pukulan

yang baru saja menimpanya

tapi menyadarkanmu bahwa

laki-laki pemarah itu tengah

benar-benar marah

 

2

Tak bisa membedakan

antara airliur yang jatuh

ketika kau tidur dan airmata

yang tumpah setelah laki-laki

pemukul itu benar-benar

memukulmu.

 

3

Ia hanya benar-benar basah.

 

2011

 

 

 

 

 

Kuku

1

Ia menganggap cintanya semisal kuku

yang tumbuh di jari tangan dan kakinya

yang mesti dirawatnya dengan sangat hati-hati

dengan rutin dibersihkan dari kotoran-kotoran

dari sebutan jorok dan menakutkan.

 

2

Ia takut jika suatu ketika tak sengaja

kuku yang tajam itu melukai leher

lekasihnya, atau wajahnya sendiri.

 

3

Ia mesti memotongnya tidak terlalu pendek

Supaya tetap bisa menggaruk kepalanya

Yang tiba-tiba terasa gatal, ketika melihat

Kunang-kunang di suatu malam, entah di mana.

 

2011

 

 

EDWAR MAULANA lahir dan tinggal do Cianjur, Jawa Barat.

 

KOMPAS, 15 JULI 2012

 

Iklan

Written by Puisi Kompas

Juli 16, 2012 pada 11:11 am

Ditulis dalam Puisi

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: